BERITA

Sepanjang 2016, Kota Padang Catat 1.191 Kasus Asusila

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Sumatera Barat mencatat sebanyak 1.191 kasus tindak asusila atau penyakit masyarakat yang ditemukan di daerah itu mulai Januari hingga November 2016.

"Jumlah ini meningkat hingga dua kali lipat dari kasus serupa pada 2015 yang hanya 572 kasus," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Padang Edy Asri di Padang, Senin (26/12).

Ia menjelaskan untuk kasus tindak asusila atau penyakit masyarakat terbanyak pada 2016 terjadi pada Februari yang mencapai 244 kasus, kemudian pada Maret 222 kasus dan Mei 160 kasus.

Menurutnya, kasus yang ditemukan pihaknya selama 2016 itu ialah berdasarkan operasi rutin, patroli serta tindaklanjut dari laporan masyarakat setempat.

Penertiban yang dilakukan Satpol PP Padang, katanya, juga termasuk pada Pekerja Seks Komersil (PSK) dan jika terbukti akan dikirim ke rehabilitasi di Panti Andam Dewi Sukarami, Kabupaten Solok.

Untuk 2017, Edy menjelaskan pihaknya akan melakukan pengawasan yang lebih ketat, tidak hanya menindak penyakit masyarakat atau tindak asusila di hotel-hotel kecil, namun juga diupayakan di hotel berbintang.

Termasuk pula nantinya pengawasan terhadap rumah kos di berbagai kawasan rawan akan lebih diperketat, terutama penertiban terhadap rumah kos yang penghuninya bercampur antara perempuan dan laki-laki.

"Begitu pula dengan pengawasan di tempat rekreasi akan diperketat pada 2017 untuk menekan angka tindak asusila," ujarnya.

Tempat-tempat rekreasi tersebut di antaranya Pasir Jambak, Bukit Lampu, Pantai Padang, Taman Nirwana serta Pantai Air Manis.

Ia menegaskan pihaknya akan meningkatkan patroli bersama tim gabungan Satuan Koordinasi Keamanan Ketertiban Kota (SK4) ke tempat rawan tindak maksiat dan berharap masyarakat setempat dapat bekerja sama dalam memberantas maksiat di daerah itu.

"Kami memperbolehkan masyarakat untuk berjualan, namun jangan disalahgunakan menjadi tempat maksiat," ujarnya.

Sementara Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Faisal Nasir meminta pemerintah setempat melalui pihak terkait agar benar-benar mewujudkan Kota Padang bebas dari tindakan-tindakan maksiat, apalagi hal itu seiring dengan visi misi kepala daerah itu.

Ia menegaskan Satpol PP sebegai penegak peraturan daerah hendaknya tidak hanya melakukan razia-razia saja, melainkan melakukan pengawasan di daerah-daerah rawan dan menindak oknum-oknum yang melakukan pembiaran adanya lokasi untuk maksiat.

"Begitu pula usai melakukan pembongkaran lokasi maksiat, lakukan pengawasan usai melakukan penindakan," ujarnya.

Apalagi, menurutnya, terdapat bangunan-bangunan yang rawan tindak maksiat dibongkar berulang kali sebab tidak ada penyegelan atau pembongkaran yang permanen oleh pihak berwenang.

"Saya minta pemerintah tegas, termasuk di tempat hiburan,, hotel dan kos-kosan sebab tindak asusila atau maksiat sangat meresahkan masyarakat," katanya.

sumber : http://skalanews.com

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Tinggalkan Komentar